Tekanan Seorang Istri

Padahal dulu aku biasa aja sebelum nikah kalau Ayahnya dekat sama cewek, kenapa ya sesudah nikah, kok aku lebih pencemburu..

Hal tersebut adalah cerita dari salah satu kenalan saya. Dan langsung saja saya aminkan. Saya masih ingat ketika di Madinah, saya marah kepada suami karena suami meninggalkan saya pergi ke pasar sendirian. Masih ingat betapa posesifnya saya ketika membuka Hp suami dan begitu banyak hal yang saya lakukan karena saya cemburu.

Read More »

Taatnya Istri adalah Kepada Suami

Saya masih ingat ketika saya belum menikah dulu. Entah kenapa hidup saya itu muluuuuus, kalaupun ada kerikil satu dua. Tapi ya semuanya terlewati. Sekolah SD, SMP dan SMA begitu nyaman dan membuat bahagia. Hingga kuliah pun, rasa-rasanya masih bahagia saya. Belajar, mengerjakan tugas, ekstrakulikuler, pacaran dan semuanya dalam kontrol. Bahagia karena ya saya pernah merasakan cinta monyet tapi tidak terlalu terperosok jauh di dalamnya.

Bahagia hingga ketika saya mempunyai suami, saya bisa bangga bilang “mas, kamu toook loo yang pernah cium bibirku”

Pokoknya semua kehidupan mulus, belajar ya gitu gitu aja, tapi kok ya lumayan lah nilai nilai. Hingga kemudian saya menikah dan bekerja ini.

Rasanya semua kebalikannya. Kerjaan gak beres padahal saya mati-matian. Anak anak sakit. Dan segala hal lain. Saya bingung apa yang salah dalam diri saya.

Hingga kemudian saya sadar satu hal.

Saya sering membantah suami saya, merasa punya angin dan lebih pintar daripada suami saya. Beberapa kali suami saya membuat keputusan dan tidak saya turuti. Alhasil beberapa waktu ini saya insomnia. Saya harus mengkonsumsi obat tidur/penenang untuk menenangkan hati saya.

Padahal sungguh suami saya sudah memaafkan semua sikap saya. Tapi tetap saja, semakin dia bersikap manis, semakin saya sedih. Karena saya cuma pandai memuaskan kebutuhan biologis, tapi kebutuhan batin dia seringkali saya abaikan. 😕☹ī¸ jadi sedih.

Kemudian saya membaca sebuah surat terbuka dari ig iniami

Yang mana kalimatnya benar-benar saya sekali. Saya jauh dengan suami saya, saya tahu dia begitu mencintai saya. Dan saya begitu banyak menuntut dia, karena saya selalu merasa berjuang sendiri.

Maaf ya suamiku.

Love

Ratnasari

Pernikahan yang Tidak Mudah

Pagi ini saya dan keluarga memulai aktifitas dengan berjalan-jalan pagi di kantor saya. Kebetulan di kantor saya itu seringkali digunakan untuk pernikahan. Terdapat aula yang digunakan untuk resepsi dan terdapat masjid yang cukup elok untuk dijadikan ijab kabulnya. Kalau kata teman yang merupakan event organizer pernikahan, harga gedung di kantor saya relatif bersahabat dan ditunjang dengan parkiran luas. Ah kok jadi ngomongin gedung. Terus di perjalanan saya menuju kolam air mancur dengan suami, kami menjumpai pengantin wanita yang sedang diantar teman-temannya menuju lokasi ijab kabul. Wajahnya sumringah dengan dandanan yang begitu merona.Read More »

Kecelakaan Pesawat dan Perjuangan LDM

Kemarin, baru saja saya terhenyak dengan adanya kecelakaan pesawat. Lebih terhenyak lagi karena ternyata cukup banyak pegawai dari instansi yang sama dengan saya dalam mencari nafkah. Sedih.. awalnya sedih karena kasihan kecelekaan pesawat, kemungkinan selamatnya kecil kan 😭 kalau kereta macet mah bisa menepi dulu dan diperbaiki, kalau pesawat gimana menepinya. Mesti dulu ada atasan saya yang bilang, pesawat itu lebih aman dibanding alat transportasi apapun, karena sopirnya aja dua, mesinnya dua dan semua hal yang mendukung penerbangan dicadangkan menjadi dua. Tapi teteeep aja, kalau macet gak bisa menepi dulu sambil ditinggal ngopi-ngopi macam kereta macet di pinggir sawah 😭😭😭Read More »