Liloo Sakit Apa?

Saya seringkali bercerita tentang anak saya yang bolak-balik sakit dan tahun 2018 saya nobatkan sebagai tahun ujian kepada keluarga kami tentang anak. Dan hal itu saya yakin membuat saya semakin kuat dan menjadi tabungan pahala jika saya sabar menghadapinya.

Saya juga pernah cerita tentang Liloo yang saya putuskan untuk berhenti minum susu melalui dot.

Baca : Sapih Dot Liloo

Sampai sekarang alhamdulillah Liloo sudah mulai minum dari gelas, walau sebelumnya Liloo ketika selesai disapih minum dari straw cup yang mana hal itu dilema baru lagi, karena walau minum dari straw cup pun yang awalnya konsumsi susunya berkurang jadi banyak lagi, karena Liloo sudah terbiasa menikmati minum melalui straw cup. Masalah baru timbul karena kemalasan saya sebagai mamanya, straw cup Liloo dicuci pengasuhnya, alhasil tidak bersih sama sekali. Hingga akhirnya masalah selesai, karena Liloo jijikan dia tidak mau minum dari straw cup itu, alhamdulillah sekarang Liloo minum dari gelas. Aaah itu sedikit intermezo dan pengingat tentang bagaimana Liloo lepas dari dot nya. Sekarang PR selanjutnya adalah toilet training. Woooow. Banyak nian PR saya sebagai seorang ibu. Hmmm, tapi kali ini saya tidak ingin bercerita itu. Saya ingin menuntaskan janji bercerita tentang sakit Liloo itu apa, sakit yang membuat saya puyeng dan senewen. Karena ketika saya bilang salah satu penyebab sakitnya Liloo adalah karena konsumsi susu, banyak teman bertanya, sakit Liloo apa.

Jadi begini, Liloo itu sembelit tingkat akut dikarenakan trauma BAB. Yang saya ceritakan disini adalah murni pengalaman saya, saya bukan ahli, saya juga mencari literatur asal dan saya bercerita merangkum proses dari pendapat para dokter spesialis gastro yang saya kunjungi selama proses penyembuhan Liloo.

Awal mula

Liloo full asi hingga usia 1 tahun, lewat dari itu Liloo sudah mix dengan sufor dan uht. Selama 1 tahun itu Liloo jarang sekali sakit. Hingga akhirnya lewat 1 tahun Liloo susah sekali makan, masih lincah, tapi susah sekali makan, setiap malam bangun-bangun dan tidurnya seperti orang rukuk dengan pantat yang dikeataskan. Saat itu saya tidak sadar Liloo sakit, saya pikir Liloo rewel malam karena saya hamil lagi dan kata orang kalau ibu hamil lagi, anak yang masih batita seringkali rewel. Saya tidak ngeh bahwa itu adalah tanda-tanda yang harus segera saya atasi. Hingga beberapa kali setiap kali BAB yang besar sekali, Liloo selalu menangis. Nah setelah BAB yang besar itu, Liloo selalu mencret. Hal tersebut malah membuat saya yakin kalau Liloo sakit perut karena mencret bukan karena sembelit. Saya ke dokter, oleh dokter saya diberi obat sembelit. Woooooow. Sebuah kesalahan.

Proses sadar Liloo sembelit

Saat itu saya tengah cuti melahirkan anak kedua di Madiun. Dari situ orang tua saya yang mengatakan, kok Liloo setiap kali BAB selalu menangis, kemudian BAB besar, saat itu saya baru sadar kalau Liloo sembelit. Setelah enam bulan sodara-sodara.

Akhirnya Liloo saya bawa ke dokter anak di Madiun, diberi Probiotik (merk l*pr*l**) serta diresepkan untuk diberi laxative (pengencer BAB). Saat di Madiun yang saya berikan hanya probiotiknya saja, alhamdulillah, BAB Liloo membaik dan jadi seperti encer. Saya kasih sekali langsung bagus BAB nya selama seminggu, kalau mulai susah saya kasih lagi probiotiknya. Saya tidak sadar kalau BAB liloo saat itu bagus karena probiotik tersebut. Tidak sadar. Saat di Jakarta, Liloo sakit lagi. Saya beri obat pengencer BAB dari dokter di Madiun tapi tidak berhasil. Yang ada justru setiap dia sulit BAB dan diberi obat pengencer BAB dia akan panas badannya.

Hingga kemudian saya bawa ke dokter anak di Jakarta, dokter tersebut baru berkata bahwa ada benjolan di perut anak saya. Setelah dibawa ke dokter tersebut, besoknya Liloo BAB besar sekali. Saya bawa ke dokter anak di kantor setelah dia BAB, ternyata benjolannya hilang. Saat itu saya belum sadar kalau sembelit Liloo sudah akut.

Hingga akhirnya saya bawa Liloo ke dokter spesialis gastro anak di Jakarta, baru saya sadar saat itu saat dokter mengatakan Liloo harus endoskopi karena perutnya besar. Di sana Liloo diberi pencahar lewat anus (microl4x) dan langsung BAB besar sekali.

Dan perkenalan pertama Liloo dengan microl4x berlanjut hingga usia Liloo 2,5 tahun. Saya berpindah ke dokter spesialis gastro lain, karena saya takut Liloo di endskopi. Oleh dokternya, Liloo diresepkan obat pengencer BAB dosis tinggi yang mana tidak mempan. Kemudian oleh dokter tersebut Liloo disuruh kontrol ke kliniknya karena dokter tersebut mempunyai obat pengencer BAB yang racikan dokter tersebut sendiri. Satu obat seharga 25ribu rupiah, sehari liloo minum tiga bungkus obat. Belum ongkos dokter. Saya lupa persisnya. Yang jelas sekali ke dokter saya biasa mengeluarkan uang 2juta hingga 4 juta rupiah untuk obat sebulan. Sungguh fantastis.

Setelah dari dokter kedua Liloo bisa BAB, tapi karena obat dosis tinggi tersebut membuat saya dan suami khawatir, akhirnya saya dan suami mencoba mencari opini dokter lain. Kami ke dokter spesialis bedah anak, oleh dokter tersebut kami ditenangkan, karena kata dokter tersebut hal itu sangat wajar.

Singkat kata Liloo sakit apa?

Saya lupa sebenarnya kejadian detailnya. Yang jelas saat itu saya rancu antara hisprung dan trauma BAB. Kalau hisprung, mau tidak mau Liloo harus operasi, kalau trauma BAB liloo akan sembuh dengan toilet training. Nah Liloo itu termasuk yang trauma BAB karena masih bisa BAB spontan.

Liloo sembuhnya bagaimana?

Sebenarnya saat ini saya tidak yakin Liloo sudah sembuh atau belum. Dari dokter terakhir, saya diberitahu bahwa Liloo akan sembuh dengan toilet training, memang saat ini kalau siang Liloo sudah sering lepas diapers. Tapi saya masih belum berani deklarasi kalau Liloo sembuh, karena walau sekarang Liloo bisa BAB tiap hari tapi masih harus saya paksa.

Sejujurnya saya sungguh pusing dengan sakit Liloo ini. Karena perutnya sakit, dia gak mau makan dan gizinya gak terpenuhi. Badannya kurus. Walau alhamdulillah sekarang lebih mau makan karena sudah tiap hari BAB. Oke saya akan cerita bagaimana ciri-ciri Liloo sakit dan tips nya berdasarkan pengalaman saya.

Ciri-ciri

1. Perut Liloo membesar dan keras

2. Liloo BAB nya jarang, saat keluar besar dan keras

3. Susah makan

4. Sering terlihat seperti menahan sesuatu, kaya mules, tapi kaki ditekuk atau disilangkan untuk menahan BAB.

5. Jalannya seperti nahan pup

6. Berat badan tidak naik dan cenderung turun

Tips menghindari trauma BAB

1. Toilet training

2. Konsultasi dengan dokter anak

3. Perbanyak serat

Semoga kita dan keluarga kita selalu diberi kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s