Sedikit Tentang Istanbul (Turki)

Alhamdulillah.

Ini akan menjadi sebuah postingan yang panjang ya gengsss.hahaha.

Tahun ini diberi kesempatan oleh Alloh SWT untuk melihat keindahan ciptaan Alloh di bagian Istanbul. Jadi ceritanya kemarin selesai umrah, suami mengajak untuk meneruskan perjalanan ke tempat lain. Karena sayang tiketnya kalau selesai dari Arab Saudi langsung ke Indonesia, hanya dengan menambah dua juta rupiah, bisa ke tempat lain. Sewaktu itu ada beberapa pilihan negara tujuan. Timbang menimbang, pilih memilih, berdasarkan kemudahan pembuatan visa, sarana transportasi di kota tujuan dan tiket yang paling terjangkau akhirnya kami memilih Turki.

Selain beberapa alasan tersebut, suami memang menulis Turki sebagai salah satu negara yang ingin beliau kunjungi. Karena sarat dengan nilai-nilai Islam, suami juga pengagum Muhammad Al Fatih, jadinya yaaaaaudah kami kesana. Istilahnya sih mampir ke Turki, karena ya cuma 3 hari saja, tujuan utamanya bukan ke Turki. Kami anggap bonus. Sempat diberitahu sama beberapa orang, kalau umrah jangan ambil program plus, karena rempong di bawaan. Kalau menurut saya siiih gak rempong rempong banget. Karena sebenarnya alat traveling saya dan suami itu cenderung simpel sekali. Paling tambahannya selain ceklist umrah cuma coat tebal karena kebetulan di Turki sedang musim dingin, dan di Madinah juga kepakai sekali coat tebal, sarung tangan dan lain-lain. Intinya sih justru jadi minimalis traveling. Mau tahu apa saja persiapannya? Yuk..

Tiket

Jadi kemarin awalnya adalah cari grup umrah yang tiketnya bisa cari sendiri, alias cuma bayar LA nya. Karena ya mau lanjut Turki sendirian, kalau dibelikan tiket yang sudah booking seat gak bisa lanjut Turki. Suami booking lewat beberapa aplikasi, karena pertama kali booking tiket pesawat selain pakai aplikasi Traveloka jadi agak kagok gimana gitu. Cek-cek harga tiket awal di situs kayak yang mana tersedia juga aplikasinya. Situs itu membandingkan antara satu web dengan web lain mana harga yang paling murah. Setelah itu suami baru masuk web yang paling murah tersebut. Suami mencoba melakukan pembayaran di dua situs yaitu website penjualan Saudia Airlines dan Via. Akhirnya yang berhasil diterima adalah melalui website Saudia Airlines, menurut saya customer service Saudia yang saya hubungi di Indonesia juga sangat kooperatif. Oh iya, harga tiket bervariasi ya, kemarin karena tiket terusan dari Jeddah total jadi Rp 25.000.000 untuk dua orang, dari Jakarta-Singapura-Madinah-Jeddah-Turki(attarturk)-Jakarta.

Persiapan peralatan

Jadi sebelum ke negara tujuan plesiran, saya dan suami sudah mencari tahu di negara tersebut sedang musim apa. Kebetulan diinfo bahwa untuk Bulan Januari biasanya musim dingin di Istanbul. Akhirnya kami mencari perlengkapan musim dingin. Perlengkapan musim dingin untuk di Jakarta sudah gampang sekali ya mencarinya, tinggal masuk Mall menengah ke atas pasti akan tersedia merk-merk semacam Marks and Spencer , Pull and Bear, Uniqlo, ZARA, H&Mdan lain-lain. Merk tersebut pasti menyediakan pakaian dan perlengkapan musim dingin. Kemarin saya beli baju heat tech di uniqlo, karena pilihannya banyaaaak sekali. Suami pakai jaket Ultra Light Down nya uniqlo yang gak makan tempat tapi ampuh banget buat ngangetin badan, tapi gak beli sih, pinjem 🤣 kami juga beli sepatu boots yang mana ini membantu sekali buat saya yang gak tahan dingin, kaki bener-bener terlindungi. Dan kala hujan kaki gak basah, beli boots di mark and spencer (dih ku lupa bagaimana tulisannya dan malas cek), suami beli di zara. Alhamdulillah membantu sekali.

Perintilan macam sarung tangan, topi dan lain-lain bisa beli di H&M karena lebih murah daripada toko lain menurut saya. Tapi karena udah gak sempat muter-muter saya beli online di twighouse atau dimana ya lupa. Pokoknya beli online dengan search perlengkapan musim dingin.

Jadi list perlengkapan saya sebenarnya sama saja dengan ketika bepergian di tempat lain oh iya karena saya jadi satu dengan umrah perlengkapan untuk umrah saya italic yaaa… yaitu :

1. Baju saya bawa untuk 7 hari karena saya pergi selama tiga minggu, asumsi saya sehari satu baju dan melakukan cuci pakaian seminggu sekali.

2. Baju heat tech dua pasang. (Karena di istanbul cuma 3 hari)

3. Sepatu+sandal+boots : sepatu biasa untuk di pesawat dan boots untuk jalan-jalan di sana, sebenarnya banyak orang asli istanbul yang gak pakai sepatu boots dan biasa saja, tapi karena saya orangnya gak kuat dingin jadi aman sekali pakai boots.

4. Kamera dan tripod : ini opsional sekali ya, kemarin sempat debat dengan suami mau bawa tidak, tapi sungguh gak nyesel karena pergi ke istanbul cuma berdua dengan suami dan background nya indah sekali, kalau gak bawa tripod sayang foto selfie karena latar belakang nya pasti ketutup cuma nongol kepala kita saja. Dan beruntung bawa kamera karena sampai sana hp matiiiiii karena dingin.. astaga, gak bisa buat foto.

5. Jaket, saya bawa dua, suami juga bawa dua. Jadi gini, karena mayoritas foto dilakukan di outdoor yang dinginnya astagaaa, pasti jaket itu yang seolah-olah jadi pakaian kita selama disana. Mau dalamnya ganti-ganti sebanyak apapun kalau jaketnya gak ganti ya gak keliatan ganti pakaian 🤣 tapi karena saya dan suami gak mungkin bawa jaket banyak banyak (karena mahaaaal dan berat di koper) alhasil ya fotonya keliatan itu-itu saja bajunya. Jadi saran saya, kalau kamu pengabdi konten foto, sebaiknya bawalah jaket yang banyak.

Transportasi

Kalau prinsip saya dan suami, yang terpenting dalam proses ke suatu tempat baru adalah keluar dari bandara atau terminal, harus sudah paham rutenya atau betul-betul mendapat gambaran denahnya. Nah kemarin itu, karena saya dan suami pulang umrah dan bawaan segambreng, emang berencana dijemput dari bandara ke hotel. Kami minta jemput dari pihak hotel harganya 30 euro. Karena sudah malas cari kendaraan di bandara, takut wajah lelah kami jadi santapan transportasi bandara. Sebenarnya banyak shuttle car yang turun di sultan ahmed daerah tempat kami menginap seharga 30TL dari bandara Attarturk ke Sultan Ahmed. Naik metro pun jauh lebih murah. Tapi kami memilih dijemput hotel karena bawaan koper yang segambreng.

Selama di istanbul, kami memakai Istanbulkart yang memudahkan untuk naik tram, metro, kapal dan fery. Kami dipinjami oleh tour leader kami selama umrah. Nah ternyata membelinya pun sangat mudah. Tinggal masukan uang ke mesin untuk meng top up istanbulkart, tinggal pilih menu istanbulkart harganya 6 TL. Kalau jalan-jalan ke istanbul tanpa biro kayaknya harus banget punya kartu ini. Selain itu kartu ini bisa untuk 5 orang. Selama di sana saya mengandalkan aplikasi city mapper dan google maps. Alhamdulillah selamat kemana mana.

Hotel

Kemarin saya menginap di Aristocrat Hotel, yang mana hotelnya tepat di belakang Blue Mosque. Hotel tempat saya menginap bersih, strategis sayangnya kecil hotelnya. Saya menginap di daerah Sultan Ahmed. Nah karena daerah ini sepertinya jam 8 malam gitu sudah sangat banyak toko tutup, tapi kami sangat menikmati berjalan malam-malam menyelusuri sultan ahmed. Kemarin saya sempat baca-baca di blog orang, sebaiknya menginap di istanbul di daerah mana disarankan untuk menginap di daerah taksim atau sultan ahmed, dari pengamatan sepintas saya, daerah sultan ahmed adalah pilihan yang tepat karena sungguh tempatnya cantik sekali. Ada topkapi sarayi, blue mosque dan hagia sophia sebagai ikon istanbul di area sultan ahmed. Nah untuk masalah hotel ini, saya juga memakai situs-situs aplikasi booking online yang sudah terpercaya. Saya sengaja memilih hotel dengan review bagus di trip advisor karena saya pernah membaca pengalaman orang yang sudah melakukan booking online tetapi tidak bisa digunakan ketika sampai di hotel tujuan. Selain itu untuk menghindari kesulitan selama di sana, saya dan suami melakukan contact dengan pihak hotel via email, karena apabila mereka update terhadap email berarti mereka responsif, menurut saya. Harga penginapan saya cek juga berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 1.500.000, jadi kalau saya menginap 3 hari ya tinggal kalikan.

Makanan

Sangat disayangkan kota seindah Istanbul tetapi dalam hal makanan saya sangat tidak cocok 😭 dari awal sudah optimis karena di sini mayoritas muslim, jadi akan wisata kuliner. Sayangnya ternyata citarasa yang disajikan tidak sesuai dengan lidah saya. Nah kabar baiknya adalah di area sultan ahmed terdapat Restoran Malaysia Lokantasi , subhanalloh penyelamat lidah saya, harganya tidak terlalu mahal tapi rasanya lumayan masuk lidah saya. Harga di sini berkisar antara 15-40 TL harga yang cukup murah ya kalau di kawasan wisata Istanbul. Oh iya rasa makanan yang cukup masuk di lidah saya adalah makanan semacam manisan yang ada kacang di tengahnya, saya beli di Grand Bazaar sebagai oleh-oleh. Namanya Turkish Delight.

Gambar diperoleh dari sini

Obyek wisata

Jadi saya tidak ke bursa, ankara atau capadoccia. Hanya berada di istanbul saja. Sungguh bagus sekali istanbul, saya tidak menyusun itenary ya hanya mengandalkan google trips. Hari pertama ke taksim square dan mencari spot foto menarik melalui google trips ->> nearby. Hari kedua ke daerah uskudar dan ortakoy. Hari ketiga menghabiskan waktu di daerah sultan ahmed. Jadi saran saya rute kalau untuk di area istanbul saja dan menginap di sultan ahmed per hari adalah :

1. Sultan ahmed (hagia sophia, blue mosque, topkapi sarayi, basilica cistern)

2. Galata tower, taksim square, masjid ortakoy (masjidnya dekat dengan jembatan bhosporus) makan siang dan foto-foto di masjid ortakoy ini kemudian menyeberang melalui besiktas ke uskudar untuk melihat menara di tengah selat bhosporus.

3. Menikmati telefric di eyup

Note : saya menulis semua obyek wisata ini sekaligus pengingat pribadi saya apabila diberi rezeki kesana lagi

Menikmati selat bhosporus

Dari awal saya sungguh penasaran bagaimana cara menikmati selat ini. Dari awal sebenarnya saya sudah mencari tahu bahwa cara menikmatinya adalah lewat private tour yang sering dijajakan di hotel atau datang ke pelabuhan terdekat dan mencari perahu di sana seharga 25TL. Dan ternyata suami dan saya termakan saat di hotel kami memilih private tour, yang mana tidak akan saya ulangi lagi karena sungguh menjemukan 4 jam di perahu dengan tour guide yang suaranya tidak terdengar dengan harga 35 euro. Tetapi percayalah jika anda datang dengan orang tua yang sudah lelah berjalan melintasi tram, tour ini berharga karena di jemput di hotel. Dan saya tidak menyesalinya karena hari pertama datang saya dan suami dalam keadaan lelah pasca umrah, jadi bisa selonjoran di perahu. Jadi pilihannya yaitu

1. Dengan private tour seharga 30 euro

2. Dengan naik tram menuju ke besiktas naik bus 22e dengan tujuan masjid ortakoy, di masjid tersebut bisa memandang jembatan bhosporus. Atau bisa juga dari besiktas naik bus tujuan istana beylerbeyi (nah kalau menuju istana ini akan melewati jembatan bhosporus). Kalau mau coba melewati selat bhosporus dengan naik kapal fery. Bisa naik dari pelabuhan Besiktas/Eminonu ke Uskudar harganya cuma 2,5TL.

3. Naik private tour di pelabuhan seharga 25TL, jadi tidak dijemput di hotel

Uang

Mata uang yang beredar di Istanbul adalah euro dan TL. Kalau gak mau banyak-banyak tuker uang juga gak masalah, karena kemarin saya dan suami tarik tunai dengan kartu debit BNI platinum (bukan promoosi gengs) dan bisa digunakan di sana.

Pada obyek wisata di istanbul banyak sekali terlihat orang indonesia karena memang banyak umrah dan turki. Jadi selama di sana saya dan suami tidak begitu khawatir.

Saya bersyukur sekali diberi kesempatan pergi ke sana bersama suami. Hanya berdua, kami bukan backpaker hanya jalan-jalan saja. Gak berani menyebut diri backpaker karena tak layak geengs, kurang bernyali. Banyak tempat yang kami lewatkan karena raga ini sungguh lelah. Tapi sungguh saya bersyukur bersama suami di sana. Oh iya tahun 2016 terdapat kudeta di Istanbul jadi banyak sekali terlihat polisi memakai senapan di mana-mana, tapi polisinya ganteng-ganteng gaeees jadi gak sereeem. Pesona adam dan hawa di Istanbul tidak akan kalah dengan pesona kotanya sungguh menarik. Guyonan saya dan suami adalah “tukang sampah di sini saja ganteeeeeng”

Kalau berdompet tipis dan suka jalan macam saya, saya sarankan kesana saat selesai umrah karena menghemat di tiket pesawat sekali. Terima kasih untuk mbak bunga yang membantu selama di sana dan mbak lismi yang meminjamkan istanbul kart kesaya dan suami.

Love

Ratnasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s