Jalan-jalan ke Seaworld Ancol dan Beach Pool Ancol

Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. Kalau kata orang sih di sini apa-apa ada. Kalau kata saya memang iya. Karena tinggal jauh dari siapa-siapa dan cuma hidup berdua dengan ART saya di sini. Seringkali orang tua atau mertua saya berkunjung ke Jakarta. Karena udah di Jakarta yang notabene ibukota negara, rasanya sayang sekali kalau tidak mengajak beliau jalan-jalan. Sebenarnya saya suka jalan-jalan, tetapi saya mempunyai kendala. Read More »

Tentang kamu

1. Bukan dari kalangan teman saya

2. Pertama kali ketemu di Jakarta, ajak aku ngobrol, kamu lupa

3. Ketemu lagi, kamu lupa

4. Sering denger tentang kamu, galak dan kaku katanya

5. Satu grup wa, dan kamu rame nian di grup

6. Masih gak kenal dan belum kenalan

7. Ketemu di wisuda ITS hari pertama, di parkiran, kamu lupa

8. Ketemu di wisuda ITS, hari saya di wisuda, kamu nemuin cewek kamu, satu-satunya pertemuan kita yang kamu ingat

9. Diem diem ngedoain kamu biar jadi suamiku

10. Kamu nikah, oke

11. Tiba tiba kamu chat ngajak ke semeru

12. Chat tentang hal lain, dan tetiba telpon

13. Aku no respons

14. Aku keterima kemenkeu

15. Kamu chat selamatin

16. Aku sering cerita

17. Kamu datang ke jakarta

18. Aku tanya kepastian

19. Kamu datang ke orang tuaku tanpa aku

20. Lupa berapa kali kamu ke Jakarta, cuma buat ketemu aku yang belum jadi siapa siapa

21. Memutuskan menikah setelah pelatihanku selesai

22. Tunangan pas lebaran 2014

23. Marah berantem hebat, minta batalin pernikahan

24. Tetep nikah di februari 11 2015

25. Stres dan sedih pasca nikah, karena ngerasa salah pilih pasangan

26. Ke lombok cuma 2 malam

27. Aku hamil

28. Aku melahirkan anakmu yang pertama

29. Marah bertengkar dan semuanya

30. Berkali kali kamu ke jakarta cuma setengah hari

31. Kamu melakukan kesalahan yang bikin aku emosi

32. Kamu merubah diri dan perangai

33. Berkali kali kamu ke jakarta cuma setengah hari, nginep di hotel dekat bandara cuma buat making love with me (berasa selingkuhan 😹)

34. Aku hamil anak kedua

35. Melahirkan anak kedua

36. Anak-anak sakit masing2 dua kali masuk rs

37. Kita pindah kontrakan

38. Aku banyak lupa semua kebaikanmu, dan selalu bilang aku yang lebih berkorban untuk pernikahan kita. Ya sampai sekarang aku merasa begitu. Tapi kita selalu berusaha berubah dan lebih baik.

Dan kita masih LDM.

39. Dan sekarang kamu ada musibah

40. I dont know what i have to say

41. Aku gak bisa menjanjikan selamanya menjadi istrimu yang lebih baik, tapi aku akan selalu berusaha terbaik untuk menjadi lebih baik. Terima kasih untuk semua pertengkaran dan kesempatan untuk saling memperbaiki diri.

I love you papa Chadarisman

Love

Ratnasari

Taatnya Istri adalah Kepada Suami

Saya masih ingat ketika saya belum menikah dulu. Entah kenapa hidup saya itu muluuuuus, kalaupun ada kerikil satu dua. Tapi ya semuanya terlewati. Sekolah SD, SMP dan SMA begitu nyaman dan membuat bahagia. Hingga kuliah pun, rasa-rasanya masih bahagia saya. Belajar, mengerjakan tugas, ekstrakulikuler, pacaran dan semuanya dalam kontrol. Bahagia karena ya saya pernah merasakan cinta monyet tapi tidak terlalu terperosok jauh di dalamnya.

Bahagia hingga ketika saya mempunyai suami, saya bisa bangga bilang “mas, kamu toook loo yang pernah cium bibirku”

Pokoknya semua kehidupan mulus, belajar ya gitu gitu aja, tapi kok ya lumayan lah nilai nilai. Hingga kemudian saya menikah dan bekerja ini.

Rasanya semua kebalikannya. Kerjaan gak beres padahal saya mati-matian. Anak anak sakit. Dan segala hal lain. Saya bingung apa yang salah dalam diri saya.

Hingga kemudian saya sadar satu hal.

Saya sering membantah suami saya, merasa punya angin dan lebih pintar daripada suami saya. Beberapa kali suami saya membuat keputusan dan tidak saya turuti. Alhasil beberapa waktu ini saya insomnia. Saya harus mengkonsumsi obat tidur/penenang untuk menenangkan hati saya.

Padahal sungguh suami saya sudah memaafkan semua sikap saya. Tapi tetap saja, semakin dia bersikap manis, semakin saya sedih. Karena saya cuma pandai memuaskan kebutuhan biologis, tapi kebutuhan batin dia seringkali saya abaikan. 😕☹ī¸ jadi sedih.

Kemudian saya membaca sebuah surat terbuka dari ig iniami

Yang mana kalimatnya benar-benar saya sekali. Saya jauh dengan suami saya, saya tahu dia begitu mencintai saya. Dan saya begitu banyak menuntut dia, karena saya selalu merasa berjuang sendiri.

Maaf ya suamiku.

Love

Ratnasari

Pernikahan yang Tidak Mudah

Pagi ini saya dan keluarga memulai aktifitas dengan berjalan-jalan pagi di kantor saya. Kebetulan di kantor saya itu seringkali digunakan untuk pernikahan. Terdapat aula yang digunakan untuk resepsi dan terdapat masjid yang cukup elok untuk dijadikan ijab kabulnya. Kalau kata teman yang merupakan event organizer pernikahan, harga gedung di kantor saya relatif bersahabat dan ditunjang dengan parkiran luas. Ah kok jadi ngomongin gedung. Terus di perjalanan saya menuju kolam air mancur dengan suami, kami menjumpai pengantin wanita yang sedang diantar teman-temannya menuju lokasi ijab kabul. Wajahnya sumringah dengan dandanan yang begitu merona.Read More »