Mauku Begini

Kapan hari ada yang tanya ke saya, bagaimana caranya agar hubungan pernikahan jarak jauh langgeng. Soalnya si doski habis baca Tulisan saya yang pacaran berdua dengan suami . Mungkin kenalan saya itu belum lama kenal saya, karena untuk teman saya atau sahabat atau saudara sudah pasti tahu saya dan suami itu sering banget bertengkar.

Kami sering banget bertengkar terutama awal awal pernikahan. Bahkan sampai sekarang pun iya šŸ˜ŖšŸ˜µ sebenarnya malu banget mau nulis ini. Karena ya ngaca sendiri hubungan saya dan suami itu kayaknya jauh dari kata harmonis, karena saya dan dia sama sama keras. Tapi berhubung ditanyain, baiklah akan saya bagi jawabannya.

Waktu akan membuat semua hal membaik

Kalau belum membaik, berarti belum waktunya. Saya ingat dulu saya sering banget nangis, karena kondisi jauh jauhan membuat saya dan suami gampang sekali tersulut emosi. Kami jarang sekali menemui waktu berdua, karena memulai hubungan dengan jarak jauh, kemudian begitu menikah kami langsung punya anak. Waktu dan jarak yang sangat minim untuk kami. Membuat ego kami sama sama tinggi. Setiap malam bertengkar, setiap ketemu bertengkar. Capek. Iya. Pernah saya berbuat salah, suami marah marah dan tidak berkesudahan. Suami juga pernah salah, saya marah marah dan tak berkesudahan. Kalau kata orang marahlah kemudian lupakan, kasus kami susah sekali melakukan itu. Akhirnya kami membiarkan waktu yang menjawabnya. Seiring berjalannya waktu, kami melupakan kesalahan pasangan dan membaik lagi. Selama proses itu kami berusaha sabar terhadap temperamen pasangan, saat suami sedang emosi, saya sabar dan saat saya emosi suami sabar.

Memberi tahu apa mau saya

Ini klasik banget ya, wanita ingin banget dimengerti. Tapi lupa kalau suami kita bukan cenayang. Kalau kata suami, saya itu drama sekali.ahhahaha. Bahkan sampai sekarang pun iya. Suami capek kalau saya ngambek gak jelas. Sekarang saya lebih baik memberi tahu apa mau saya.

Misal pas ulang tahun saya, jauh jauh hari saya udah bilang

Sayang, aku pengen dikasih surprise antara kue atau pizza ya sayang, jangan kasih bunga, percuma gak kemakan”

Atau misal saya capek banget terus pengen marah marah, saya bilang

“Sayang, aku lagi capek, aku ingin ngomel”

Pas saya kepengen dimanja, saya bilang.

“Besok belikan aku kopi yang ini ya mas, aku ingin”

Atau

“Aku ingin jam tangan tipe ini, merk ini, belinya di sini”

Memberitahu apa yang saya inginkan meminimalisir pertengkaran, banget. Kalau udah gitu suami juga enak, karena ngerti maksud saya. Selain itu semakin tua, kemampuan finansial semakin meningkat, kalau kasih hadiah juga yang lumayan harganya. Kan sayang banget kalau gak tepat sasaran.

Mengikuti keinginan suami/istri

Suami itu males banget ribut. Saya paling benci kalau dibilang “suami saya adalah suami suami takut istri”

Nggaklah, suami saya itu sayang sama saya, saya juga sayang sama suami saya. Apa salahnya ngikutin kemauan pasangan. Apalagi kalau pas suami emosi. Udah mending saya ikutin saja, masio nanti nanti grundel.kwkwkwkkw. Karena ya suami saya itu berharga. Kalau gak mau ngikutin keinginan pasangan yang lagi emosi, apakah yakin masih ingin bersama pasangan itu?

Belibet kali bahasanya. Yang jelas gini. Saya ingat kata salah satu kerabat. Suaminya pernah marah marah, hingga gedor gedor pintu kantornya dia, nyuruh dia pulang, kerabat saya langsung pulang. Gak pake drama. Besoknya selesai.

Karena tidak ada pernikahan sempurna

Kalau ada pernikahan yang terlihat sempurna di matamu, mungkin mereka sedang menutupi aibnya. Saya punya kenalan yang santai banget ngebiarin pasangannya kemana mana, ngapain saja, tanpa cemburu, awalnya saya kaget kenapa bisa gitu. Sedewasa itu, ternyata salah satu pasangannya selingkuh. Makanya dia santai saja pasangannya mau ngapain.

Adalagi, saya punya kenalan yang terlihat mapan secara finansial, ternyata suaminya gak pernah nafkahin.

Apapun kesalahan pasangan, selama dia berusaha kembali padamu, terimalah

Banyak curhatan ibu ibu yang jijik karena suami nya pernah selingkuh. Ada suaminya yang berusaha memperbaiki diri dan kembali ke pasangan, ada pula yang suaminya justru semakin terjerumus. Saya gak bisa ngomong apa apa, karena kalau saya di posisi mereka juga pasti sulit banget menerima kenyataan itu. Tapi selama ada usaha dari pasangan untuk memperbaiki diri, terima dan bersyukur, biarkan waktu yang menjawab segala gundah itu.

Sebenarnya saya takut banget nulis ini, karena pernikahan saya jauh dari kata sempurna. Tapi saya mencatat ini semua, agar semakin hari saya semakin bijak menghadapi semuanya. Tolong doakan saya šŸ™‚

Love

Ratnasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s