Seberapa Sering Ketemu?

Ini pertanyaan yang sering sekali diucapkan ketika seseorang mengetahui saya berhubungan jarak jauh dengan suami. Suami saya di Kalimantan timur (sangata, 8 jam dari Balikpapan), saya di Jakarta bersama Unyil 1 dan Mbah yang momong Unyil itu. Suami saya libur sehari dalam seminggu. Saya pekerja kantoran biasa dengan mengikuti libur kantor biasa.

Suami saya kerja di tambang, yang mana sistem kerja nya 2 bulan kerja 2 Minggu cuti. Tapi seringkali suami saya mencari cari waktu tambahan agar cuti bisa diperpanjang. Singkatnya sih seharusnya kami ketemu dua bulan sekali. Tapi saya punya kesepakatan tidak tertulis dengan suami agar sebulan sekali selalu ketemu. Dulu sih jaman saya masih berbadan langsing dan belum punya buntut. Kayaknya dua Minggu sekali saya ke kalimantan, sekali ke sangata beberapa kali kami bertemu di Balikpapan. Dua (atau tiga bulan ya, lupa) setelah menikah, saya hamil. Dan karena masih anak pertama, kami berdua takut takut saya kecapekan. Jadi suami selalu mengusahakan untuk datang ke Jakarta di bulan yang mana belio tidak cuti. Dulu belio mengusahakan paling tidak ada waktu dimana belio bisa bermalam di Jakarta. Entah dapat ST ke Balikpapan terus ke Jakarta atau gimana. Untuk informasi, belum ada bis sangata Balikpapan, hanya Travel yang beroperasi di jam jam tertentu.

Kalau sekarang bagaimana? Semenjak saya ada buntut satu itu, suami yang selalu mengusahakan pulang. Saya dan Unyil menunggu di Rumah. perjalanan pulang suami itu gak mudah loo. Jadi malam setelah pulang kerja, suami naik Travel ke balikpapan berangkat jam8 malam wita. Sampai di Balikpapan jam 4 wita. Dilanjut naik pesawat paling pagi ke Jakarta (biasanya jam6 wita) sampai Jakarta jam 7 wib. Nah dulu sebelum ada Unyil, saya biasanya ke bandara bertemu dan jalan jalan di bandara soekarno-hatta. Sekarang gak bisa, suami harus naik DAMRI ke Rawamangun Sampai di kontrakan jam10 wib (paling telat, tergantung cepat tidaknya dapat damri). Sekarang untung ada maskapai ke Balikpapan yang berangkat dari bandara Halim. Jadi jam5 wib suami berangkat ke bandara untuk mendapat pesawat jam 7 wib ke Balikpapan. Kalau dulu, jam 3 wib suami harus berangkat lagi ke soetta. Sampai di Balikpapan jam9 wita. Lanjut naik Travel gelap ke sangata. Sampai sangata jam5 pagi wita. Lanjut kerja deh suami saya.

Ribet??

Iyaaaaa… Terutama buat suami. Karena pasti capek banget.huhu (terima kasih terdalam untuk bapak chadarisman yang kucintai).

Kalau dibilang “ahhh gapapa, kan capeknya ilang setelah ketemu si unyil”

Buat saya sih pasti gaklah. Tetep aja capek. Bayangkan saja begitu datang langsung bekerja. Bahkan pernah suami itu saya minta dua minggu sekali kudu datang ke Jakarta, pas saya ada masalah sama belio. Tapi Alhamdulillah, walau capek sejauh ini suami saya sehat sehat saja. Karir juga lumayan. Intinya lebih berprestasi lah dibanding ibu ibu PNS macam saya. Ha-ha-ha.

Kalau teman teman saya atau keluarga besar kami tanya frekuensi kami bertemu, paling mereka cuma manggut2 saja. Karena mereka tida k mengerti perjuangan suami saya. Kalau teman kerja suami yang diberitahu, pasti mereka kaget, karena mereka tahu banget perjuangannya :’)

Jadi..

Saya bersyukur suami saya masih diberi kesehatan (terutama) dan rezeki untuk menjalankannya. Saya berpikir seandainya kami punya uang tapi suami saya sakit encok misalnya, mana mungkin sanggup menjalani itu semua.

Duitnya bagaimana?

Sebenarnya bukan masalah uang, tapi waktu.. Kalau uang, saya yakin banyak pasangan LDR yang jauh lebih ekstrim mengeluarkan uang daripada kami untuk bertemu. Alhamdulillah juga rezeki suami adaaaa ajaaa. Jarang bgt Lo pulang pakai gaji saya.

Rezeki itu selalu ada

Alhamdulillah. Rezeki waktu, sehat dan materi. Rezeki yang saya maksud di sini tiba tiba aja suami dapat dinas ke Jakarta. Tiba tiba aja disuruh ke Jakarta. Alhamdulillah. Alloh begitu baik.

Dengan frekuensi begitu, apa tidak ingin ikut suami saja?

Sangat ingin, tapi saya sangat berharap sebelum saya minta pindah ikut suami, suami bisa ditempatkan secara permanen di suatu tempat yang mudah kami akses ketika kami ingin bertemu keluarga besar.

Pulang..

Bagi saya dan suami pulang adalah tempat kami saling bertemu ditambah si Unyil. Bingung juga, saya di Jakarta, suami di Kalimantan tapi beli Rumah di. MAdiun.ha-ha-ha. Pulang adalah tempat saat kami bertemu. Pernikahan ini mendewasakan kami. Berjauhan seperti ini menguji keimanan kami :’)

Semoga kita semua selalu didekatkan dalam jarak dan hati dengan yang tersayang.
Love

Ratnasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s