Keluarga Chadarisman

Pengalaman Menstimulasi Anak agar Bisa Mengangkat Kepala

Ceritanya pas liloo mau 3.5 bulan. Dia mau imunisasi. Pas imunisasi. Dokternya galak betul. Si liloo dibilang pemalas dooong 😎😭😭😓😠

Karena dia masih belum bisa mengangkat kepala. Oleh si bunda dokter. Kami diminta menstimulasi liloo biar bisa mengangkat kepala. Pas itu anak teman saya yang seumuran eman udah bisa ngangkat kepala, pas itu sih, saya mikirnya. Yaudah. Namanya perkembangan anak, pasti berbeda beda. Tapi digituin sm si bunda dokter.. merah telinga saya.wkkwkw.

Kata si dokter kemungkinan karena liloo sering digendong. Iya sih.. emang nanny nya liloo ini, liloo mewek dikit langsung gendong. Mewek langsung gendong. Ya bener si liloo jadi diem. Tapi naluri dia mempertahankan diri jadi gak ada. Kami pun diajari cara menstimulasi bayi agar bisa mengangkat kepala

Untung pas itu papahnya liloo di jakarta. Jadi siang siang, liloo ada sesi stimulasi sama papahnya.
Eh setelah distimulasi. Liloo jadi cepet ngangkat kepala. Selain itu, dia udah bisa tengkurap sendiri. Alhamdulillah.

Jadi ternyata, perkembangan anak itu kurang lebih harus sama ya. Kalau ada yang gak sama, harus diselidiki apa penyebabnya. Soalnya kalau orang jaman dulu kan gak ngerti ya. Apa apa yang perlu dilakukan saat anak belum bisa mempunyai kapasitas sesuai umurnya. Dibiarin aja. Harusnya gak. Anak harus sering sering distimulasi.

Berikut cara stimulasi anak agar bisa mengangkat kepala.
1. Sering sering tengkurapkan anak. Menengkurapkan pertama tama bisa di dada kita. Sambil kita tiduran. Setelah mahir ditengkurapkan di dada. Tengkurapkan di kaki. Posisinya. Kepala di samping tangan kiri atau tangan kanan. Bukan kepala ada di kaki juga.
2. Gendong anak, posisinya harus dibiasakan kepala di dada kita. Jangan keseringan digendong kepala di tangan.

Yeeeee.. dan anak saya pun bis mengangkat kepala.